Perkuat Sistem Penjaminan Mutu : LPM UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Lakukan Benchmarking ke LPM UIN Salatiga

Salatiga – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember melakukan benchmarking ke LPM UIN Salatiga sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem penjaminan mutu perguruan tinggi. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi kedua institusi untuk saling berbagi pengalaman, strategi, serta praktik baik dalam pengembangan dan implementasi penjaminan mutu pendidikan tinggi.

Dalam kegiatan benchmarking tersebut, rombongan LPM UIN KHAS Jember diterima langsung oleh Tim LPM UIN Salatiga yang diketuai oleh Prof. Dr. Budiyono Saputro, M.Pd. Pertemuan berlangsung dalam suasana akademik yang penuh dengan diskusi dan pertukaran pengalaman terkait pengelolaan mutu di lingkungan perguruan tinggi.

Salah satu fokus utama yang dibahas adalah implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berbasis PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). Pembahasan diarahkan pada bagaimana siklus PPEPP dapat diterapkan secara efektif dan berkelanjutan, mulai dari proses penetapan standar mutu, pelaksanaan standar oleh unit kerja, evaluasi ketercapaian standar, pengendalian terhadap berbagai temuan atau ketidaksesuaian, hingga upaya peningkatan standar mutu secara berkelanjutan. Melalui pembahasan ini, diharapkan dapat diperoleh gambaran mengenai praktik baik dalam membangun budaya mutu yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar menjadi bagian dari tata kelola akademik dan kelembagaan perguruan tinggi.

Fokus berikutnya adalah pengelolaan Audit Mutu Internal (AMI) sebagai salah satu instrumen penting dalam memastikan keterlaksanaan standar mutu perguruan tinggi. Dalam sesi ini, pembahasan mencakup mekanisme pelaksanaan AMI, mulai dari perencanaan audit, penyusunan instrumen, proses audit pada unit kerja, identifikasi temuan dan ketidaksesuaian, penyusunan rekomendasi, hingga tindak lanjut hasil audit. AMI dipandang tidak hanya sebagai kegiatan untuk menemukan kekurangan, tetapi juga sebagai sarana untuk mengidentifikasi potensi pengembangan dan mendorong perbaikan secara berkelanjutan. Dengan demikian, hasil AMI diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan dan peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan di perguruan tinggi.

Selain aspek penjaminan mutu, rombongan LPM UIN KHAS Jember juga mendalami implementasi kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE). Pembahasan difokuskan pada pengembangan kurikulum yang menempatkan capaian pembelajaran sebagai orientasi utama proses pendidikan. Melalui pendekatan OBE, penyusunan kurikulum tidak hanya berfokus pada materi yang disampaikan kepada mahasiswa, tetapi juga pada kemampuan, kompetensi, dan capaian yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan proses pembelajaran. Diskusi juga diarahkan pada keterkaitan antara profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan, capaian pembelajaran mata kuliah, proses pembelajaran, hingga sistem asesmen yang digunakan untuk mengukur ketercapaian learning outcomes.

Pengembangan proposal SAINTEK juga menjadi salah satu agenda yang dibahas dalam kegiatan benchmarking. Pembahasan ini berkaitan dengan penguatan bidang akademik serta pengembangan program yang berbasis sains dan teknologi. Melalui pertukaran pengalaman tersebut, LPM UIN KHAS Jember berupaya memperoleh gambaran mengenai strategi, mekanisme, dan aspek yang perlu diperhatikan dalam penyusunan serta pengembangan proposal SAINTEK agar dapat mendukung penguatan kelembagaan dan pengembangan keilmuan di lingkungan perguruan tinggi.

Sementara itu, aspek lain yang tidak kalah penting adalah strategi pemeringkatan perguruan tinggi. Dalam pembahasan ini, kedua lembaga bertukar informasi mengenai berbagai indikator dan strategi yang dapat dilakukan perguruan tinggi untuk meningkatkan visibilitas, reputasi, kinerja akademik, penelitian, jejaring internasional, serta kontribusi kelembagaan. Pembahasan mencakup pemeringkatan berbasis Webometrics maupun QS World University Rankings, termasuk bagaimana perguruan tinggi dapat mengoptimalkan berbagai indikator yang menjadi bagian dari pemeringkatan tersebut. Hal ini menjadi penting mengingat pemeringkatan perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan posisi institusi dalam suatu peringkat, tetapi juga dapat menjadi salah satu indikator dalam mengukur perkembangan kinerja dan daya saing perguruan tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkuat kolaborasi dan jejaring antarlembaga penjaminan mutu perguruan tinggi. Selain memperoleh informasi mengenai praktik baik yang telah diterapkan di UIN Salatiga, kegiatan benchmarking juga diharapkan dapat menghasilkan berbagai masukan yang dapat diadaptasi dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik UIN KHAS Jember.

Melalui kegiatan tersebut, kedua institusi berkomitmen untuk terus mendorong budaya mutu dan peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi secara berkelanjutan. Benchmarking tidak hanya menjadi ajang berbagi pengalaman, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam membangun sistem penjaminan mutu yang semakin efektif, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas perguruan tinggi.