LPM UIN Salatiga Benchmarking Pengelolaan SAKIP dan LAKIP ke Dua Perguruan Tinggi di Riau

Pekanbaru, Riau – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga melaksanakan kegiatan benchmarking terkait Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) ke dua perguruan tinggi di Provinsi Riau. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau pada Rabu, 19 Agustus 2026, dan dilanjutkan ke Universitas Riau (UNRI) pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Kegiatan benchmarking ini menjadi bagian dari upaya LPM UIN Salatiga dalam memperkuat tata kelola kelembagaan, khususnya dalam pengembangan sistem akuntabilitas kinerja yang terencana, terukur, terdokumentasi, dan berorientasi pada hasil.

Pada kunjungan pertama, Rabu (19/8/2026), tim LPM UIN Salatiga yang terdiri dari Ketua LPM UIN Salatiga (Prof. Dr Budiyono Saputro, M.Pd.), Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu (Dr. Erna Risfaula Kusumawati, M.Si.), Kepala Pusat Audit dan Pengendalian Mutu (Ibdaul Latifah, M.Pd.), Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (Dewi Wulandari, M.Sn.), dan Kepala Pusat Admisi (Agung Guritno, S.S., M.Pd.) melakukan benchmarking ke UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Pertemuan diisi dengan diskusi dan pertukaran pengalaman mengenai pengelolaan SAKIP dan LAKIP di lingkungan perguruan tinggi, mulai dari proses perencanaan kinerja, penetapan indikator kinerja, pengukuran capaian, pelaporan kinerja, hingga evaluasi dan tindak lanjut.

Diskusi juga diarahkan pada bagaimana sistem akuntabilitas kinerja dapat terintegrasi dengan tata kelola perguruan tinggi dan mendukung pencapaian sasaran strategis institusi. Berbagai pengalaman dan praktik baik yang diterapkan menjadi bahan pembelajaran bagi LPM UIN Salatiga dalam mengembangkan sistem yang relevan dengan kebutuhan institusi.

Selanjutnya, pada Kamis (20/8/2026), rombongan LPM UIN Salatiga melanjutkan kegiatan benchmarking ke Universitas Riau. Dalam kunjungan tersebut, tim menggali informasi mengenai strategi dan mekanisme pengelolaan kinerja, penyusunan laporan, pengelolaan data dukung, serta proses evaluasi dan tindak lanjut terhadap capaian kinerja institusi.

Kegiatan benchmarking di kedua perguruan tinggi tersebut memberikan kesempatan bagi LPM UIN Salatiga untuk membandingkan praktik pengelolaan SAKIP dan LAKIP, mengidentifikasi berbagai pendekatan yang telah berjalan efektif, serta memperoleh masukan yang dapat diadaptasi untuk penguatan sistem di lingkungan UIN Salatiga.

“Benchmarking ini merupakan bagian dari proses pembelajaran kelembagaan. Kami tidak hanya melihat bagaimana SAKIP dan LAKIP dikelola, tetapi juga menggali praktik baik yang dapat diadaptasi dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan UIN Salatiga,” ungkap Ketua LPM UIN Salatiga, Prof. Budiyono Saputro, M.Pd

Menurutnya, penguatan akuntabilitas kinerja perlu didukung oleh keterpaduan antara perencanaan, pelaksanaan program, pengukuran kinerja, pelaporan, evaluasi, dan tindak lanjut. Dengan demikian, SAKIP dan LAKIP tidak hanya dipandang sebagai dokumen administratif, tetapi menjadi instrumen penting dalam mendorong peningkatan kinerja dan mutu tata kelola perguruan tinggi.

Hasil benchmarking selanjutnya akan menjadi bahan bagi LPM UIN Salatiga dalam menyusun rencana tindak lanjut (RTL). Berbagai praktik baik yang diperoleh akan dikaji untuk menentukan aspek-aspek yang dapat diadopsi, dimodifikasi, maupun dikembangkan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan UIN Salatiga.

Melalui kegiatan tersebut, LPM UIN Salatiga berharap penguatan pengelolaan SAKIP dan LAKIP dapat berjalan secara berkelanjutan dan semakin terintegrasi dengan sistem penjaminan mutu internal. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen UIN Salatiga untuk mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang akuntabel, transparan, efektif, dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan.