Temu Nasional PILJAMU 2 di Pangkalpinang: Pemetaan Jalan Akreditasi Unggul PTKI

Tanjungpinang — Temu Nasional Penjaminan Mutu PTKI kembali dilaksanakan untuk kedua kalinya di tahun ini pada 14–16 Oktober 2026 di Kepulauan Riau. Dalam perhelatan bertema “Pilar Unggul 2026: Decoding the New Quality Era — Strategi LPM Menghadapi Regulasi Baru, Instrumen Akreditasi LAMGAMA, dan Akselerasi Institusi Unggul” itu, Presidium Penjaminan Mutu  (PILJAMU) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam menghasilkan sejumlah dokumen strategis. Dokumen tersebut merupakan hasil ijtihad forum presidium demi memperkuat budaya mutu, meningkatkan kesiapan akreditasi, serta mendorong perguruan tinggi keagamaan Islam membangun tata kelola yang unggul, kolaboratif, dan inovatif.

Hasil kerja dikukuhkan dalam surat Presidium PILJAMU No. 067/PILJAMU/X/2026 yang ditandatangani Ketua Presidium PILJAMU, Prof. Dr. Budiyono Saputro, M.Pd. di CK Tanjungpinang Hotel & Convention Centre, Kepulauan Riau. Dokumen berjudul ”Buku Pilar Mutu: Panduan Lengkap Akreditasi Unggul APT 4.1” dimaksudkan sebagai bahan rujukan untuk memperkuat pelaksanaan penjaminan mutu PTKI.

Kegiatan yang  diikuti perwakilan dari 58 PTKIN dan PTKIS ini dijamu oleh STAIN Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau. Tiga luaran utama yang disiapkan dalam forum tersebut meliputi Buku Pilar Mutu: Panduan Menjaga dan Mempertahankan Status Akreditasi Unggul serta Menuju Status Akreditasi Unggul bagi Perguruan Tinggi, sertifikat peserta, serta paket materi pendukung yang mencakup materi Lembaga Akreditasi Mandiri Keagamaan (LAMGAMA), templat kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), dan diferensiasi misi. Dokumen-dokumen tersebut disediakan secara daring melalui tautan resmi yang diinformasikan oleh Sekretariat PILJAMU agar dapat dimanfaatkan oleh perguruan tinggi peserta.

PILJAMU menghadirkan tokoh dari LAMGAMA, Prof. As’aril Muhajir. Di hadapan forum, beliau memaparkan paradigma, kriteria, indikator, bukti kinerja, strategi pemenuhan instrumen, serta titik-titik kritis yang perlu diperhatikan program studi untuk mencapai predikat unggul. Pada sesi Penutupan, Ketua Presidium PILJAMU, yang  akrab dipanggil Prof. Dion, menekankan pentingnya menjadikan hasil forum nasional sebagai pedoman kerja yang dapat diterapkan secara nyata, bukan sekadar dokumen administratif.