Pondok Pesantren Al-Irsyad Belajar Pengembangan Kurikulum dan Penjaminan Mutu ke LPM UIN Salatiga

Salatiga 20 Mei 2026— Dalam rangka meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan pesantren yang adaptif terhadap perkembangan zaman, Pondok Pesantren Al-Irsyad melakukan kunjungan akademik dan studi pembelajaran ke LPM UIN Salatiga. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara lembaga pesantren dan perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan kurikulum, sistem penjaminan mutu, inovasi pendidikan berbasis Society 5.0, hingga penguatan konsep pesantren berdampak bagi masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh diskusi tersebut diisi langsung oleh Ketua LPM UIN Salatiga, Prof. Dr. Budiyono Saputro, M.Pd.. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa pesantren saat ini memiliki tantangan besar dalam menghadapi perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang begitu cepat. Oleh karena itu, pesantren perlu melakukan transformasi pendidikan tanpa meninggalkan identitas dan nilai-nilai khas kepesantrenan.
Menurut Prof. Dr. Budiyono Saputro, M.Pd., kurikulum pesantren harus mampu menjawab kebutuhan zaman dengan tetap menjaga keseimbangan antara ilmu agama, ilmu pengetahuan, keterampilan abad ke-21, serta penguatan karakter dan spiritualitas santri. Ia menekankan bahwa pesantren tidak cukup hanya menjadi pusat pembelajaran agama, tetapi juga harus mampu menjadi pusat inovasi, pengembangan riset, dan pemberdayaan masyarakat.
“Pesantren hari ini harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Kurikulum perlu dikembangkan secara dinamis agar santri memiliki kompetensi keilmuan, keterampilan teknologi, kemampuan berpikir kritis, sekaligus tetap memiliki karakter dan akhlak yang kuat,” ungkap Prof. Dr. Budiyono Saputro, M.Pd..
Selain membahas pengembangan kurikulum pesantren, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya sistem penjaminan mutu pesantren sebagai upaya menjaga kualitas pendidikan secara berkelanjutan. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa penjaminan mutu tidak hanya berkaitan dengan administrasi pendidikan, tetapi juga menyangkut budaya mutu, evaluasi berkelanjutan, tata kelola kelembagaan, kompetensi tenaga pendidik, hingga kualitas lulusan pesantren.
Penerapan sistem penjaminan mutu dinilai penting agar pesantren mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga memiliki daya saing dalam dunia pendidikan, sosial, dan profesional. Dengan adanya sistem mutu yang baik, pesantren dapat terus melakukan evaluasi dan perbaikan dalam berbagai aspek pembelajaran maupun pengelolaan lembaga.
Dalam diskusi tersebut, turut dibahas mengenai pengembangan inovasi kurikulum berbasis Society 5.0. Konsep Society 5.0 sendiri merupakan gagasan pembangunan masyarakat yang menempatkan teknologi sebagai alat untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Dalam konteks pendidikan pesantren, konsep ini menuntut adanya integrasi antara teknologi digital, pembelajaran inovatif, dan nilai-nilai kemanusiaan serta keislaman.
Melalui pendekatan Society 5.0, pesantren diharapkan mampu menciptakan sistem pembelajaran yang lebih kreatif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini. Santri tidak hanya dibekali kemampuan memahami kitab dan ilmu agama, tetapi juga diarahkan untuk memiliki literasi digital, kemampuan kolaborasi, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah di tengah perkembangan era digital.
Tidak hanya itu, konsep “pesantren berdampak” juga menjadi fokus utama dalam kegiatan tersebut. Pesantren dinilai memiliki posisi strategis dalam menciptakan perubahan sosial di masyarakat melalui berbagai program pendidikan, pengabdian masyarakat, dan riset keilmuan. Pesantren diharapkan mampu hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan pendidikan di lingkungan masyarakat sekitar.
Melalui penguatan inovasi kurikulum dan sistem mutu yang baik, pesantren dapat mengembangkan program-program pemberdayaan masyarakat yang berbasis kebutuhan lokal. Hal ini mencakup penguatan pendidikan masyarakat, pelatihan keterampilan, pengembangan kewirausahaan santri, hingga riset-riset terapan yang memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sosial masyarakat.
Kegiatan kunjungan akademik ini berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi, sharing pengalaman, dan tanya jawab antara pihak Pondok Pesantren Al-Irsyad dengan jajaran LPM UIN Salatiga. Para peserta terlihat antusias mengikuti pembahasan terkait strategi pengembangan pendidikan pesantren yang unggul, modern, dan tetap berakar pada nilai-nilai keislaman.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang berkelanjutan antara pesantren dan perguruan tinggi dalam memperkuat mutu pendidikan Islam di Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan pesantren agar mampu menghadapi tantangan masa depan dan terus memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
