PKDP PTP UIN Salatiga 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Kompetensi dan Profesionalisme Dosen Pemula di Lingkungan PTKI

SALATIGA – Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga kembali dipercaya menjadi penyelenggara Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula Perguruan Tinggi Keagamaan (PKDP PTP) Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 9–11 Juni 2026 ini menjadi tahap awal dari rangkaian program pengembangan kapasitas dosen pemula yang diikuti oleh 192 peserta dari berbagai perguruan tinggi keagamaan di Indonesia.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Rektor UIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyudin, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta PKDP 2026. Menurutnya, PKDP merupakan investasi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di lingkungan pendidikan tinggi sekaligus fondasi penting bagi dosen pemula dalam membangun identitas akademiknya.
“PKDP menjadi ruang belajar yang sangat penting bagi dosen pemula untuk mengembangkan kompetensi akademik, pedagogik, profesional, dan sosial. Melalui program ini, peserta dibekali berbagai keterampilan esensial, mulai dari pengembangan pembelajaran yang inovatif, kemampuan menulis dan mempublikasikan karya ilmiah, hingga perencanaan karier akademik yang terarah. Saya berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkuat kapasitas diri, memperluas jejaring akademik, dan menumbuhkan semangat belajar sepanjang hayat sebagai seorang pendidik profesional,” ungkapnya.

Selanjutnya, Ketua Panitia sekaligus Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Salatiga, Prof. Dr. Budiyono Saputro, M.Pd., menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan. Ia menjelaskan bahwa PKDP merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama dan perguruan tinggi dalam meningkatkan mutu dosen pemula secara sistematis dan berkelanjutan.
“PKDP dirancang sebagai ruang pembelajaran yang komprehensif bagi dosen pemula agar mampu menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara optimal. Program ini tidak hanya memperkuat kompetensi pedagogik dan profesional, tetapi juga menanamkan nilai-nilai integritas, etika akademik, dan tanggung jawab sebagai seorang dosen,” jelasnya.
Prof. Budiyono menambahkan bahwa PKDP dilaksanakan secara intensif selama kurang lebih 20 hari. Rangkaian kegiatan diawali dengan tahap tatap muka atau In Service Course (ISC) I pada 9–11 Juni 2026, dilanjutkan dengan tahap On the Job Course (OJC) pada 15–23 Juni 2026, dan ditutup melalui pelaksanaan In Service Course (ISC) II pada 30 Juni 2026.
“Alhamdulillah, tahun ini PKDP semakin inklusif. Dari total 192 peserta, sebanyak 171 peserta berasal dari perguruan tinggi Islam, 19 peserta dari perguruan tinggi Kristen, dan dua peserta berasal dari perguruan tinggi Buddha yang tersebar di delapan kota/kabupaten. Keberagaman ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tinggi merupakan tanggung jawab bersama. Kami berharap PKDP 2026 mampu melahirkan dosen-dosen yang profesional, adaptif, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kasubdit Ketenagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, Dr. Muhammad Aziz Hakim, memberikan arahan sekaligus penguatan kepada para peserta. Ia menekankan bahwa transformasi pendidikan tinggi harus dimulai dari transformasi pola pikir dan cara kerja dosennya.
“Percepatan karier akademik tidak cukup dicapai melalui pemenuhan administrasi semata, tetapi harus dibangun melalui karya, inovasi, dan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Dosen harus menjadi teladan dalam menjaga integritas akademik, menjunjung tinggi etika profesi, serta mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Selama tiga hari pelaksanaan In Service Course (ISC) I, para peserta memperoleh berbagai materi strategis yang dirancang untuk memperkuat kompetensi dosen pemula. Materi perencanaan pembelajaran membekali peserta dalam menyusun perangkat pembelajaran yang selaras dengan capaian pembelajaran lulusan, kebutuhan mahasiswa, serta tuntutan pendidikan tinggi yang terus berkembang.
Pada sesi moderasi beragama, peserta diajak memperkuat nilai-nilai toleransi, inklusivitas, dan kebangsaan sebagai bagian dari karakter dosen perguruan tinggi keagamaan yang mampu menjadi perekat keberagaman di lingkungan akademik maupun masyarakat. Sementara itu, materi karier dan jabatan akademik dosen memberikan pemahaman mengenai pengembangan karier, jenjang jabatan fungsional, penyusunan portofolio akademik, hingga strategi percepatan karier yang berkelanjutan.
Dalam bidang publikasi ilmiah, peserta memperoleh pembekalan mengenai teknik penulisan karya tulis ilmiah yang baik dan berkualitas, etika publikasi akademik, pemanfaatan referensi ilmiah secara tepat, serta strategi publikasi pada jurnal nasional dan internasional bereputasi. Materi ini menjadi bekal penting bagi dosen dalam mengembangkan budaya riset dan publikasi ilmiah.
Peserta juga mendapatkan penguatan mengenai berbagai model, pendekatan, strategi, dan metode pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan untuk menciptakan proses belajar yang aktif, kolaboratif, kreatif, dan berpusat pada mahasiswa. Selain itu, materi paradigma integrasi keilmuan memberikan wawasan tentang pentingnya menghubungkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai keagamaan secara harmonis sebagai karakter khas perguruan tinggi keagamaan.
Sebagai penutup, peserta memperoleh materi evaluasi pembelajaran yang membahas prinsip-prinsip penilaian, teknik penyusunan instrumen evaluasi, serta pemanfaatan hasil penilaian untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran secara berkelanjutan. Melalui penyelenggaraan PKDP PTP Tahun 2026, UIN Salatiga menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi keagamaan. Program ini diharapkan mampu melahirkan dosen-dosen pemula yang tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik dan pedagogik, tetapi juga memiliki integritas, kemampuan beradaptasi, semangat inovasi, serta komitmen kuat untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
